Selamat Datang

Selamat berkunjung ke blog matakuliah Kebijakan Perlindungan Tanaman. Blog ini memuat materi bahan kuliah dan berbagai sumberdaya yang diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran. Melalui blog ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara lebih interaktif dengan dosen dan dengan sesama mahasiswa dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan. Seiring dengan itu, melalui blog ini mahasiswa sekaligus diharapkan untuk belajar memanfaatkan teknologi informasi.
Jangan lupa memberikan komentar dan bertanya untuk memperoleh nilai SOFTSKILL

mulai dari tulisan mengenai pengelolaan program

Klik untuk MENGERJAKAN TUGAS. Tengat Tugas 7 ditunda menjadi Selasa 6 Mei 2014. Periksa dan kerjakan Tugas 9, tenggat 6 Juni 2014.

Kuliah 2 Mei 2014 diselenggarakan online. KLIK UNTUK MEMBERIKAN KOMENTAR DAN BERTANYA

Penandatanganan Daftar Hadir akan dilakukan pada 9 Mei 2014 HANYA bagi yang telah memberikan komentar atau bertanya

UJIAN AKAN DISELENGGARAKAN ONLINE

SOAL UJIAN DAPAT DIUNDUH PADA JUMAT 13 JUNI 2014 MULAI PUKUL 10.00 WITA DI SINI

Pemberitahuan Penting

Untuk memperoleh nilai soft-skill yang bobotnya 25% dari Nilai Akhir Semester, mahasiswa peserta kuliah Kebijakan Perlindungan Tanaman diminta untuk menyampaikan komentar terhadap tulisan-tulisan mulai dari tulisan mengenai daur pengelolaan program perlindungan tanaman dan tulisan-tulisan selanjutnya. Penilaian akan didasarkan pada jumlah tulisan yang diberikan komentar (kerajinan), bobot komentar (penguasaan masalah), cara penulisan komentar (keterampilan), dan kesdiaan mengomentari komentar mahasiswa lain (kepedulian). Mahasiswa yang tidak memberikan komentar tidak akan diberikan nilai softskill (nilai 0). Harap pemberitahuan ini diperhatikan dan dilaksanakan.

Mahasiswa juga harus mengerjakan tugas 7, tugas 8, dan tugas 9 untuk dikumpulkan secara online sebagaimana yang telah disampaikan pada halaman Tugas. Tugas yang dikumpulkan terlambat dari tanggal tengat TIDAK AKAN DIPERIKSA.

Silahkan kerjakan Tugas 9, tenggat 6 Juni 2014. Tugas yang dikumpulkan terlambat dari tanggal tengat TIDAK AKAN DIPERIKSA.

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2013/2014 DAPAT DIUNDUH DARI SINI MULAI PADA 13 JUNI 2014 PUKUL 10.00 WITA. SILAHKAN KLIK TAUTAN SESUDAH AKTIF. UNGGAH FILE DALAM FORMAT PDF DENGAN MENGKLIK HALAMAN SMT GENAP 2013/2014 DAN KEMUDIAN MASUKKAN FILE KE DALAM KOTAK MEDIAFIRE FILEDROP PADA BAGIAN BAWAH HALAMAN.

Daftar file jawaban ujian yang masuk dapat diunduh dalam format JPG atau format PDF dan nilai akhir semester genap 2013/2014 dapat diunduh di SINI. Silahkan unduh dan cetak kedua file untuk mengajukan keberatan nilai kepada dosen koordinator matakuliah.

Kerusakan Tanaman Bukan Hanya karena OPT

Print Friendly and PDF Selama ini, setiap terjadi kerusakan tanaman maka yang dituding sebagai penyebabnya selalu OPT, entah itu binatang hama, patogen, atau gulma. Oleh karena itu, mempelajari perlindungan tanaman selalu dilakukan dengan mempelajari biologi OPT. Kurikulum PS/Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan atau Perlindungan Tanaman biasanya dijejali dengan matakuliah-matakuliah berdimensi biologi, katakanlah misalnya entomologi, mikologi, bakteriologi, dan seterusnya. Kemudian, mengatasi permasalahan perlindungan tanaman dipandang dapat dilakukan dengan hanya menggunakan teknologi. Karena itu pula, kurikulum PS/Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan atau Perlindungan Tanaman juga memuat anyak matakuliah berdimensi teknologi.


Berbagai hasil penelitian mutakhir menunjukkan, permasalahan perlindungan tanaman sebenarnya bukan sekedar permasalahan biologi dan teknologi. Upaya untuk mengatasi permasalahan perlindungan tanaman juga tidak cukup dilakukan hanya dengan menggunakan pendekatan biologi dan teknologi. Sebagai contoh adalah permasalahan kemunduran jeruk keprok soe (JKS). Banyak penelitian menunjukkan kemunduran JKS tersebut disebabkan oleh penyakit CVPD yang di dunia internasional sekarang dikenal dengan nama huanglongbing (HLB). Akan tetapi, pemerintah bersikukuh bahwa CVPD bukan penyebab kemunduran tersebut, melainkan penyakit diplodia. Penyakit diplodia memang ada, tetapi dengan begitu bukan berarti penyakit CVPD tidak ada.

Bukti-bukti mengenai keberadaan penyakit CVPD selalu dibantah. Kebijakan yang diambil adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyakit ini harus melalui satu pintu, yaitu pintu pemerintah. Argumentasinya, kalau ada pihak lain yang menyatakan bahwa JKS sudah positif terkena CVPD, sepanjang belum melalui pintu pemerintah, maka temuan tersebut dianggap sah. Kebenaran menjadi monopoli penguasa. Tetapi CVPD tidak sama dengan orang miskin yang kalau tidak mempunyai KTP tidak bisa memperoleh BLT atau Raskin. CVPD malah berterima kasih sudah dinyatakan tidak ada. Sebab dengan begitu maka CVPD dapat menyebar tanpa ada yang mengetahui.

Menurut pemerintah, untuk mengatasi permasalahan penyakit CVPD ini telah ditetapkan peraturan daerah. Peraturan daerah tersebut antara lain mengatur mengenai larangan pemasukan bibit jeruk dari luar daerah. Hanya saja, barangkali karena saking terlalu sibuk, para pejabat tidak sempat menonton berita TV. Jangankan bakteri penyebab CVPD yang begitu renik, Gayus sang mafia pajak saja dapat menembus berbagai peraturan. Lalu siapa berani menjamin CVPD tidak dapat diam-diam masuk dari luar meskipun telah ada Perda?

Maka kalau kemudian CVPD menghancurkan JKS, penyebab kehancuran JKS tersebut sebenarnya bukanlah hanya CVPD. Melainkan juga kebijakan yang membiarkan CVPD dapat menyebar diam-diam. Kebijakan pemerintah selama ini hanya menyuruh petani menanam JKS tanpa pernah memberitahu risiko yang dihadapi, padahal dengan menanam JKS dalam skala besar maka risiko tertular CVPD dengan sendirinya akan menjadi bertambah. Apalagi bila bibit yang digunakan disiapkan sekenanya, demi bisnis penangkaran milik oknum pejabat yang ternyata meraup untung jauh lebih besar daripada bisnis buah JKS. Mengapa bisa? Para oknum tersebut membeli bibit okulasi dari penangkar dengan harga tawar menawar dan kemudian, untuk memenuhi target program pembagian bibit kepada petani, menjualnya dengan harga proyek.

Maka jangan kemudian heran mengapa para oknum itu begitu mati-matian bertahan bahwa JKS masih bebas CVPD. Sebab sesuai dengan aturan yang benar, kalau JKS sudah positif terkena CVPD maka bisnis bibit dengan sendirinya harus ditutup. Tentu saja mereka tidak mau kehilangan peluang bisnis itu, meskipun pada akhirnya JKS akan hancur.

2 komentar:

Untuk menyampaikan komentar, silahkan ketik dalam kotak di bawah ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...