Selamat Datang

Selamat berkunjung ke blog matakuliah Kebijakan Perlindungan Tanaman. Blog ini memuat materi bahan kuliah dan berbagai sumberdaya yang diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran. Melalui blog ini diharapkan mahasiswa dapat belajar secara lebih interaktif dengan dosen dan dengan sesama mahasiswa dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan. Seiring dengan itu, melalui blog ini mahasiswa sekaligus diharapkan untuk belajar memanfaatkan teknologi informasi.
Jangan lupa memberikan komentar dan bertanya untuk memperoleh nilai SOFTSKILL

mulai dari tulisan mengenai pengelolaan program

Klik untuk MENGERJAKAN TUGAS. Tengat Tugas 7 ditunda menjadi Selasa 6 Mei 2014. Periksa dan kerjakan Tugas 9, tenggat 6 Juni 2014.

Kuliah 2 Mei 2014 diselenggarakan online. KLIK UNTUK MEMBERIKAN KOMENTAR DAN BERTANYA

Penandatanganan Daftar Hadir akan dilakukan pada 9 Mei 2014 HANYA bagi yang telah memberikan komentar atau bertanya

UJIAN AKAN DISELENGGARAKAN ONLINE

SOAL UJIAN DAPAT DIUNDUH PADA JUMAT 13 JUNI 2014 MULAI PUKUL 10.00 WITA DI SINI

Pemberitahuan Penting

Untuk memperoleh nilai soft-skill yang bobotnya 25% dari Nilai Akhir Semester, mahasiswa peserta kuliah Kebijakan Perlindungan Tanaman diminta untuk menyampaikan komentar terhadap tulisan-tulisan mulai dari tulisan mengenai daur pengelolaan program perlindungan tanaman dan tulisan-tulisan selanjutnya. Penilaian akan didasarkan pada jumlah tulisan yang diberikan komentar (kerajinan), bobot komentar (penguasaan masalah), cara penulisan komentar (keterampilan), dan kesdiaan mengomentari komentar mahasiswa lain (kepedulian). Mahasiswa yang tidak memberikan komentar tidak akan diberikan nilai softskill (nilai 0). Harap pemberitahuan ini diperhatikan dan dilaksanakan.

Mahasiswa juga harus mengerjakan tugas 7, tugas 8, dan tugas 9 untuk dikumpulkan secara online sebagaimana yang telah disampaikan pada halaman Tugas. Tugas yang dikumpulkan terlambat dari tanggal tengat TIDAK AKAN DIPERIKSA.

Silahkan kerjakan Tugas 9, tenggat 6 Juni 2014. Tugas yang dikumpulkan terlambat dari tanggal tengat TIDAK AKAN DIPERIKSA.

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2013/2014 DAPAT DIUNDUH DARI SINI MULAI PADA 13 JUNI 2014 PUKUL 10.00 WITA. SILAHKAN KLIK TAUTAN SESUDAH AKTIF. UNGGAH FILE DALAM FORMAT PDF DENGAN MENGKLIK HALAMAN SMT GENAP 2013/2014 DAN KEMUDIAN MASUKKAN FILE KE DALAM KOTAK MEDIAFIRE FILEDROP PADA BAGIAN BAWAH HALAMAN.

Daftar file jawaban ujian yang masuk dapat diunduh dalam format JPG atau format PDF dan nilai akhir semester genap 2013/2014 dapat diunduh di SINI. Silahkan unduh dan cetak kedua file untuk mengajukan keberatan nilai kepada dosen koordinator matakuliah.

Latihan dan Tugas

Print Friendly and PDF
Tugas Matakuliah Kebijakan Perlindungan Tanaman
Semester Genap Tahun 2013/2014

Tugas Modul 1 sampai Modul 2
Tugas 1. Mengidentifikasi Aspek Kebijakan sebagai Akar Permasalahan Perlindungan Tanaman

Uraian Tugas
  1. Bacalah dengan kritis tulisan Strategi Fundamental Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat dalam Pengamanan Produksi Padi Nasional.
  2. Setelah membaca tulisan tersebut, buatlah ringkasan mengenai 'permasalahan kebijakan' yang menjadi topik tulisan tersebut dan 'solusi kebijakan' yang ditawarkan sebagai cara untuk mengatasi permasalahan.
  3. Buat ringkasan dengan langsung menguraikan 'permasalahan kebijakan' yang dapat ditemukan dalam tulisan dan alasan mengapa hal tersebut merupakan permasalahan kebijakan, kemudian dilanjutkan dengan 'solusi kebijakan' yang dapat ditemukan dalam tulisan disertai dengan alasan mengapa hal tersebut dapat dipandang sebagai sokusi kebijakan.
  4. Tugas dibuat sepanjang 5 halaman pada kertas A4, huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5, diberi sampul dengan format yang dapat diunduh dari SINI.

Pengerjaan
Tugas dikerjakan secara perserorangan (setiap mahasiswa mengerjakan tugas masing-masing secara mandiri).

Tenggat
Tugas harus sudah dimasukkan dengan menandatangani daftar pengumpulan tugas di meja dosen pengampu selambat-lambatnya pada 15 Maret 2013. Tugas yang dikumpulkan melampaui batas tenggat tersebut tidak akan dinilai.


Tugas 2. Mencermati Peraturan Perundang-undangan Bidang Perlindungan Tanaman

Uraian Tugas:
  1. Unduh peraturan perundang-undangan sebagai berikut: UU No. 12 Tahun 1002 tentang Sistem Budidaya Tanaman, UU No. 14 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, PP No. 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman dan PP No. 
  2. Baca dengan teliti keempat peraturan perundang-undangan tersebut terutama dalam kaitan dengan definisi perlindungan tanaman, definisi organisme pengganggu tumbuhan, penjelasan mengenai pengendalian hama terpadu, tindakan/kegiatan perlindungan tanaman, dan cara pengendalian OPT.
  3. Setelah membaca bagian-bagian tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: (a) Mengingat definisi organisme pengganggu tumbuhan, jelaskan apakah lalat puru yang digunakan untuk mengendalikan gulma Chromolaena odorata (tumbuhan) dapat digolongkan sebagai organisme pengganggu tumbuhan atau bukan. (b) Bandingkan definisi organisme pengganggu tumbuhan dan penjelasan mengenai pengendalian hama terpadu dan kemudian jelaskan apakah organisme pengganggu dapat diartikan sama dengan hama dalam arti luas atau tidak. (c) Bandingkan istilah tindakan perlindungan tanaman pada UU No. 12 Tahun 1992 dan PP No. 6 Tahun 1995, sitilah apa yang digunakan pada PP dan apakah penggunaan istilah yang berbeda tersebut dapat dibenarkan dalam peraturan perundang-undangan dalam kaitannya dengan kepastian hukum. (d) Cermati judul dan isi UU No. 14 Tahun 1992, jelaskan apakah dapat dibenarkan secara ilmiah penggunaan kata ikan setelah kata hewan dan apakah juga dibenarkan menggunakan istilah organisme pengganggu tumbuhan untuk tumbuhan tetapi hama dan penyakit untuk hewan dan ikan dari segi kepastian hukum. (e) Cermati pembagian perlindungan tanaman menjadi pencegahan, pengendalian, dan eradikasi dan pembagian cara perlindungan tanaman menjadi 7 cara dan kemudian jelaskan apakah pengendalian hama terpadu merupakan tindakan/kegiatan pencegahan, pengendalian, atau eradikasi.
  4. Jawab setiap pertanyaan dalam 200-250 kata dengan memberikan argumentasi yang diperlukan atas pilihan yang diambil. Cetak tugas pada kertas A4, font Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5 dan berikan sampul dengan format yang diunduh dari SINI.
Pengerjaan
Tugas dikerjakan secara perserorangan (setiap mahasiswa mengerjakan tugas masing-masing secara mandiri).

Tenggat
Tugas harus sudah dimasukkan dengan menandatangani daftar pengumpulan tugas di meja dosen pengampu selambat-lambatnya pada 22 Maret 2013. Tugas yang dikumpulkan melampaui batas tenggat tersebut tidak akan dinilai.


Tugas 3. Mengkritisi Peraturan Perundang-undangan mengenai Pestisida dan Batas Maksimum Residu Pestisida

Peosedur Kerja
  1. Unduh PP No. 7 Tahun 1973 tentang Peredaran, Penyimpanan, dan Penggunaan Pestisida dan Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Kesehatan No. 881/Menkes/SKB/VIII/1996//711/Kpts/TP.270/8/96 tentang Batas Maksimum Residu Pestisida pada Hasil Pertanian. Baca dengan hati-hati untuk mencermati definisi pestisida dan ketentuan mengenai batas maksimum redidu pestisida pada kedua peraturan perundang-undangan tersebut.
  2. Pelajari apa yang dimaksud dengan pertanian organik, sertifikasi organik, persyaratan sertifikasi organik antara lain di AS dan Australia, dan  norma sertifikasi internasional untuk produksi pangan organik.
  3. Setelah mempelajari peraturan perundang-undangan tersebut dan hal-hal yang berkaitan dengan pertanian organik, jawablah pertanyaan berikut: (a) Bila sudah ada batas residu maksimum pestisida yang menyatakan bahwa suatu produk pertanian aman untuk dikonsumsi meskipun mengandung residu pestisida asalkan residu berada di bawah nilai batas maksimum yang ditetapkan, jelaskan mengapa masih diperlukan adanya sertifikasi organik yang mempersyaratkan budidaya tanaman tertentu dilakukan tanpa menggunakan pupuk dan pestisida. (b) Jelaskan mana sebenarnya yang lebih dipentingkan dalam pertanian organik dan sertifikasi organik, lingkungan hidup dan kesehatan atau perdagangan produk termasuk produk jasa pelaksanaan sertifikasi. (c) Semua tahu bahwa petani jambu mente di Flores Timur dan kopi di Manggarai dan Ngada tidak menggunakan pupuk dan pestisida, tetapi jelaskan mengapa produk jambu mente dan kopi dari daerah tersebut tidak dapat dipasarkan ke Amerika, Australia, dan Uni Eropa sebagai produk organik.
  4. Jawab setiap pertanyaan dalam 200-250 kata dengan memberikan argumentasi yang diperlukan atas pilihan yang diambil.Cetak tugas pada kertas A4, font Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5 dan berikan sampul dengan format yang diunduh dari SINI.
Pengerjaan
Tugas dikerjakan secara perserorangan (setiap mahasiswa mengerjakan tugas masing-masing secara mandiri).

Tenggat
Tugas harus sudah dimasukkan dengan menandatangani daftar pengumpulan tugas di meja dosen pengampu selambat-lambatnya pada 30 Maret 2013. Tugas yang dikumpulkan melampaui batas tenggat tersebut tidak akan dinilai.

Tugas Modul 3 sampai Modul 4
Tugas 4
Tugas 5
Tugas 6

Tugas Modul 5 sampai Modul 6

Tugas 7. Mempelajari Daur Pengelolaan Program Perlindungan Tanaman
Permasalahan
PHT telah ditatapkan sebagai sistem perlindungan tanaman. Namum setelah berhasil pada tahun 1980-an dan awal 1990-an, PHT kini hanya besar dalam namanya tetapi tidak dilaksanakan. Pertanyaannya kemudian adalah mengapa PHT kini kurang mendapat perhatian?

Tujuan
Menjelaskan mengapa sekarang PHT menjadi semakin kurang dilaksanakan

Prosedur Kerja
Baca dengan seksama tulisan Daur Pengelolaan Program Perlindungan Tanaman: Apa Sebenarnya Itu dan Mengapa Diperlukan?
Dalam membaca, usahakan untuk memahami apa perbedaan antara proyek dan program, apa yang dimaksud dengan paradigma dan paradigma pembangunan, apa beda PHT dengan pengelolaan ketahanan hayati, dan apa yang dimaksud dengan pengelolaan program
Berdasarkan atas apa yang telah dipahami, jawab pertanyaan mengapa kini PHT kurang mendapat perhatian. Tulis terlebih dahulu kalimat dengan tangan dan lakukan penyuntingan bahasa sehingga setiap kalimat jelas subyek, predikat, dan obyeknya.
Tulis kalimat-kalimat yang telah dibuat sebagai komentar terhadap tulisan tersebut di atas.

Pengerjaan
Tugas dikerjakan secara perorangan

Tenggat
Tugas dikumpulkan selambat-lambatnya pada 2 Mei 2014 (ditunda menjadi 6 Mai 2014)


Tugas 8. Melakukan Analisis Permasalahan Perlindungan Tanaman
Permasalahan
Jeruk keprok soe (Citrus reticulata 'Keprok Soe') merupakan tanaman jeruk keprok yang telah ditetapkan sebagai varietas unggul nasional. Namun, seiring dengan penetapannya sebagai varietas unggul tersebut, populasi jeruk keprok soe terus menurun meskipun pemerintah Kabupaten TTS telah berusaha meningkatkan populasi jeruk tersebut melalui berbagai program, di antaranya dukungan dana bergulis kepada penangkar, pembagian anakan secara gratis ke desa-desa pusat produksi jeruk, pemberian dana bergulir kepada kelompok tani jeruk, dan pengembangan pusat-pusat produksi jeruk baru. Untuk memperoleh dana APBD maupun APBN pengembangan jeruk keprok, pemerintah kabupaten menyatakan bahwa jeruk keprok masih bebas dari penyakit CVPD yang disebabkan oleh bakteri Candidatus Liberibacter asiaticus. Bakteri ini menular dengan perantaraan serangga vektor Diaphorina citri dan perantaraan mata tempel pada saat dilakukan okulasi dengan menggunakan mata tempel dari pohon induk terinfeksi. Pemerintah pada mulanya hanya mengakui keberadaan penyakit busuk diplodia yang disebabkan oleh jamur Lasidiodiplodia theobromae dan penyakit busuk pangkal batang dan akar yang disebabkan oleh jamur Phytophthora spp.

Untuk berbagai usaha pengembangan jeruk tersebut, digunakan bibit okulasi dengan menggunakan pohon induk populasi, yaitu pohon induk milik masyarakat yang diperiksa oleh petugas Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih (UPT-PSB) dan kemudian diberi tanda (disebut peneng) bahwa pohon tersebut layak digunakan sebagai pohon induk. Jumlah petugas UPT-PSB sangat terbatas, sedangkan pohon induk terletak tersebar di berbagai desa/kelurahan. Karena itu, pohon induk yang telah dipeneng sering tidak pernah diperiksa kembali, padahal seharusnya diperiksa setiap tahun. Demikian juga dengan mata tempel, yang seharusnya diambil oleh penangkar dari pohon induk sendiri maupun membeli dari pohon induk milik orang lain, diambil secara sembarangan dari pohon produksi. Penangkaran yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh penangkar yang memperoleh ijin, karena kurangnya pengawasan, secara sembunyi-sembunyi dilakukan oleh banyak orang. Sementara itu, sejumlah aparat juga ikut terlibat menjadi penangkar, bukan dengan melakukan okulasi sendiri, tetapi dengan membeli bibit okulasi dari penangkar lain, terutama penangkar tidak berijin dengan harga sangat murah, dan kemudian menjualnya kepada pemenang tender pengadaan anakan jeruk yang dilakukan setiap tahun dengan kebutuhan bibit sampai jutaan dan harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 5.000,-/bibit.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman jeruk keprok soe ditemukan kutu loncat jeruk asia Diaphorina citri sampai pada ketinggian sekitar 1.000 m dpl. Tapi hasil pengamatan gejala menunjukkan bahwa tanaman jeruk bergejala CVPD ditemukan sampai pada ketinggian 1.600 dpl. Untuk memastikan hasil pengamatan gejala tersebut, dilakukan uji PCR (Polimerase Chain Reaction) yang memberikan hasil bahwa pohon produksi pada ketinggian 1.600 m dpl ternyata positif CVPD, selain juga pohon produksi dan pohon induk populasi pada kebun dinas yang dimiliki oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten. Ketika hasil uji disampaikan kepada media massa, pemerintah menyatakan bahwa uji PCR tidak dilakukan di laboratorium yang diakui pemerintah dan oleh orang yang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang penyakit tanaman sehingga hasilnya diragukan. Pemerintah terus mengembangkan jeruk keprok soe dengan mengabaikan keberadaan penyakit CVPD

Tujuan
Melakukan analisis permasalahan penurunan populasi jeruk keprok soe dengan membuat pohon masalah perlindungan tanaman menggunakan program aplikasi bagan alir

Prosedur Kerja
  • Baca dengan seksama tulisan Merancang Program Perlindungan Tanaman dengan Pendekatan Kerangka Kerja Logis, terutama bagian yang menguraikan identifikasi masalah perlindungan tanaman dan penggunaan program aplikasi pembuatan bagan alir. Tulis komentar singkat mengenai apa yang telah dipahami dari membaca tulisan tersebut dan apa yang belum dipahami sehingga perlu ditanyakan (pada kotak komentar di bawah tulisan)
  • Baca dengan seksama tulisan Membuat Pohon Masalah dan Pohon Tujuan dengan Menggunakan Program Aplikasi EDraw MindMap. Tulis komentar singkat mengenai apa yang telah dipahami dari membaca tulisan tersebut dan apa yang belum dipahami sehingga perlu ditanyakan (pada kotak komentar di bawah tulisan)g diuraikan secara seksama sampai benar-benar bisa dipahami.
  • Baca permasalahan penurunan populasi jeruk keprok soe sampai benar-benar mengerti dan kemudian tentukan masalah apa saja yang dihadapi jeruk keprok soe sehingga berujung kepada menurunnya populasi jeruk tersebut. Usahakan memperoleh masalah sebanyak-banyaknya dan tuliskan setiap masalah pada kertas kosong dan kemudian batasi setiap masalah dengan menggambar lingkaran atau kotan.
  • Kaitkan lingkaran atau kotak satu masalah dengan lingkaran atau kotak masalah lainnya dalam hubungan sebab-akibat dengan menggunakan tanda panah.
  • Periksa bagan alir yang telah dibuat untuk memastikan bahwa hubungan-hubungan yang telah dibuat benar-benar merupakan hubungan sebab-akibat.
  • Unduh program aplikasi pembuatan bagan alir dan peta pikiran EDraw MindMap dan pelajari cara mengunduh, memasang, dan menggunakannya dengan menonton video Youtube (program aplikasi dengan arsitektur menyerupai dan kompatibel dengan Office 2007 dan sangat bermanfaat nanti dalam membuat skripsi).
  • Salin bagan alir yang telah dibuat pada kertas ke dalam program aplikasi EDraw MindMmap dengan mengikuti panduan pada tulisan Membuat Pohon Masalah dan Pohon Tujuan dengan Menggunakan Program Aplikasi EDraw MindMap. Simpan file dalam format EDDX (File>>Save) dan kemudian dalam format JPEG (File>>Save As>>Save as type>>JPEG) dengan nama file: pohonmasalah_jks_namadepannamabelakang.
  • Ubah pernyataan negatif mengenai masalah menjadi pernyataan positif mengenai tujuan dengan membaca tulisan mengenai perancangan program dengan pendekatan kerangka kerja logis dan tulisan mengenai cara membuat pohon masalah dan pohon keputusan. Simpan file yang diperoleh dalam format EDDX dan JPEG dengan nama file pohontujuan_jks_namadepannamabelakang.
  • Unggah file pohon masalah dan file pohon tujuan dalam format JPEG dengan nama tersebut di atas dengan cara mengklik, menggeser, dan melepas nama file ke dalam kotak unggah di bawah ini:

Pengerjaan
Tugas dikerjakan secara perorangan

Tenggat
Tugas dikumpulkan selambat-lambatnya pada 9 Mei 2014



Tugas 9. Menyusun Kerangka Kerja Logis Program Perlindungan Tanaman

Tujuan
Membuat LFM program untuk mengatasi permasalahan penurunan populasi jeruk keprok soe

Prosedur Kerja
  • Silahkan baca tulisan Menyusun Matriks Kerangka Kerja Logis Program Perlindungan Tanaman lalu tuliskan komentar mengenai apa yang dapat dipahami dan perlu ditanyakan mengenai isi tulisan tersebut.
  • Periksa kembali pohon tujuan yang telah dibuat pada Tugas 8
  • Unduh format matriks kerangka kerja logis dan pelajari bagian-bagian dari tabel pada matriks tersebut
  • Buat matrik kerja logis program program untuk mengatasi permasalahan penurunan populasi jeruk keprok soe dengan menggunakan format matriks yang telah diunduh tersebut. Buat minimal 2 kegiatan untuk setiap keluaran, 2 keluaran untuk setiap hasil, dan 2 hasil untuk 1 sasaran yang telah ditetapkan.
  • Simpan kembali file (Save as) dengan nama file kpt_tugas9_namadepannamabelakang, di mana namadepan adalah nama depan mahasiswa dan namabelakang adalah nama belakang mahasiswa. 
  • Unggah file pohon masalah dan file pohon tujuan dalam format JPEG dengan nama tersebut di atas dengan cara mengklik, menggeser, dan melepas nama file ke dalam kotak unggah di bawah ini:

Pengerjaan
Tugas dikerjakan secara perorangan

Tenggat
Tugas dikumpulkan selambat-lambatnya pada 6 Juni 2014

Ingin mempelajari cara menggunakan Word dengan benar? Bagaimana cara membuat daftar isi dan daftar pustaka secara otomatis? Akan sangat memalukan apabila seorang mahasiswa universitas berwawasan global masih menggunakan Word seperti menggunakan mesin ketik. Silahkan kunjungi dan unduh panduan dari Sumberdaya Skripsi.

15 komentar:

  1. Menurut saya sebaiknya penggunaan pestisida segera di kurangi atau bila perlu dihentikan , tetapi untuk menjaga agar daun tanaman tidak berlubang dan dapat dibeli oleh konsumen maka sebaiknya kita menggunakan pestisida organik, yang dimana jenis pestisida ini mudah didapat serta tidak memakan biaya yang banyak dan tidak mempunyai efeksamping.

    BalasHapus
  2. Dalam wacana tugas 8 dinyatakan bvahwa jumlah petugas UPT-PSB sangat terbatas, sedangkan pohon induk terletak tersebar di berbagai desa/kelurahan. Apa salahnya di buat pelatihan kpd masyarakat agar keterbtasan petugasnya tdk terjadi.Amran F.J.A. Imang

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. melania Tas'au6 Mei 2014 00.17

    menurut saya sebaiknya pihak pemerintah harus lebih memperhatikan petani sehingga dalam melakukan kegiatan - kegiatan yang berkaitan dengan pertanian lebih mudah sehingga kesannya bukan saja petani yang bekeja tetapi pemrintah juga sebagai vasilitaor baik dal menjalankan program - program sehingga Pht bisa diterapkan.

    BalasHapus
  5. melania Tas'au6 Mei 2014 00.42

    Menurut pengetahuan yang saya peroleh selama kuliah PHT merupakan suatu konsep pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan,namun sesuai dengan apa yang saya baca PHT kurang diterapkan sehingga saya mengambil suatu keputusan bahwa petani kurang puas dengan apa yang di jalankan baik itu program - program yang dimana secara nyata dapat bersifat menguntungkan,sehinnga petani belum bisa menerima kenyataan yang ada karena dengan kemampuan sendiri dapat menguntungkan sendiri dimana kita ketahui bahwa pihak perintah kurang memperhatikan dalam hal pengolahan sampai pasca panen baik itu dengan benar atau salah. Sehinggadalam penerapan PHT belum begitu di terima oleh petani.

    BalasHapus
  6. menurut saya,kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap petani sehingga petani belum bisa menjalankan apa yang diprogramkan,oleh karena itu pemerintah harus lebih memperhatikan petani dan pemerintah juga mempraktekan langsung dilapangan,agar petani dapat memahami bagaimana pengolahannya.

    BalasHapus
  7. menurut saya.kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap petani sehingga petani kurang mengetahui program yang ada.oleh karena itu sebaiknya pemerintah juga aktif dalam menjalankan program yang ada kepada petani agar tidak saja petani yang bekerja tetapi pemerintah juga bekerja sehingga program-program yang dijalankan bisa diterapkan dengan baik.

    BalasHapus
  8. yohanes emanuel bahi6 Mei 2014 22.16

    Menurut saya PHT kurang diterapkan karena kebisaan petani lokal yang sulit untuk berubah dalam hal bercocok tanam dan kurangnya penyuluan dari pihak pemerinta.oleh karena itu dari pihak pemerita harus lebih sering mendekatkan diri dengan petani agar apa yang di harapkan dapat terwujud .

    BalasHapus
  9. Agustinus samon beda6 Mei 2014 22.17

    Mengapa PHT kurang diterapkan ?Menurut saya pengaruh kurangnya pengetahuan atau kurangnya wawasan petani tentang PHT maka pemerintah harus menangani hal ini dengan memberikan informasi tentang PHT pada petani melalaui para penyuluh sehingga para petani bis lebih mengerti tentang PHT.

    BalasHapus
  10. yohanes emanuel bahi6 Mei 2014 22.20

    Menurut saya PHT kurang diterapkan karena kebisaan petani lokal yang sulit untuk berubah dalam hal bercocok tanam dan kurangnya penyuluan dari pihak pemerinta.oleh karena itu dari pihak pemerita harus lebih sering mendekatkan diri dengan petani agar apa yang di harapkan dapat terwujud .

    BalasHapus
  11. QREZPY PARIAMALINYA7 Mei 2014 17.26

    Dari bahan tulisan "Tugas 8. Melakukan Analisis Permasalahan Perlindungan Tanaman", yang sangat saya sesali dari tulisan adalah perilaku dari pemerintah itu sendiri. Dimana seperti kita ketahui bersama salah satu peran pemerintah adalah mengembangkan sumber daya alam perlu dikembangkan untuk memajukan kesejateraan bangsa. Malahan pemerintah bertolak belakang dangan peran tersebut, yaitu dengan memanfaatkan masyarakat dangan tujuan mereka untuk memperkaya diri.

    BalasHapus
  12. menurut saya, salah satu peran pemerintah adalah mengembangkan sumber daya alam dan sumber daya alam tersebut harus dikembangkan untuk kesejateraan masyarakat namun peraturan dari pemerintah selalu bertentangan dangan peran pemerintah, dalam hal ini pemerintah memanfaatkan sumber daya alam yang ada dimasyarakat untuk kepentingan pribadi dan bukan kepentingan umum yang diperhatikan.

    BalasHapus
  13. jika kita melihat kembali kebelakang, kenapa sampai program PHT berhasil itu karena adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan petani dalam menjalankan program tersebut. tetapi kenapa saat ini program PHT telah mengalami kegagalan? hal ini disebabkan karena adanya perhatian dari pemerintah dalam menjalakan kegiatan tersebut. dari tulisan-tulisan yang sudah saya baca dapat saya ambil kesimpulan bahwa pemerintah seakan-akan lepas tangan dalam menjalakan program PHT saat ini, karena adanya kepentingan pribadi yang didahulukan daripada mrenjalakan program ini, oleh sebab tidak adanya peran yang aktif dari pemerintah lagi sehingga lama-kelamaan program PHT ini tidak berjalan dengan baik. dalam hal ini dapat dikatan bahwa pemerintah hanya memanfaatkan petani untuk kepentingan diri mereka sendiri

    BalasHapus
  14. menurut saya, peran pemerintah sangat besar dalam bidang pertanian khususnya dalam PHT.
    namun, yang kita lihat pemerintah sering acuh tak acuh dengan masalah yang di hadapi karena pemerintah lebih banyak menghabiskan waktu dengan merencanakan suatu program tetapi malas untuk menjalankan apalagi harus turun langsung ke lapangan dan mempraktekkannya.
    bagaimana petani mau mengetahui program PHT sedangkan pemerintahnya saja malas tahu denhgan masalah PHT yang di hadapi petani.

    BalasHapus
  15. Semua mahasiswa yang telah menuliskan komentar pada halaman ini seharusnya menuliskan komentarnya terhadap tulisan Menyusun Matriks Kerangka Kerja Logis Program Perlindungan Tanaman pada kotak di sebelah bawah tulisan tersebut.

    BalasHapus

Untuk menyampaikan komentar, silahkan ketik dalam kotak di bawah ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...